5 Tips Mengatasi Marah Pada Anak dan Cara Mengendalikan Emosi yang Efektif

Tips Mengatasi Marah Pada Anak dan Cara Mengendalikan Emosi yang Efektif

Tips Mengatasi Marah Pada Anak dan Cara Mengendalikan Emosi yang Efektif
(Marah pada Anak, source:m,timesindonesia,co,id)
“Semua yang dimulai dengan rasa Marah, Akan berakhir dengan rasa Malu” (Benjamin Franklin)
Kalimat itu tentu saja salah satu kalimat motivasi agar kita bisa mengendalikan rasa marah terutama rasa marah pada anak.
Dalam Keseharian tentu saja ada hiruk pikuk kehidupan yang menjadi pemicu emosi dan rasa marah, yang tentu saja hampir setiap orang memiliki ego untuk mengeluarkan emosi berupa rasa marah, yang seharusnya bisa dikendalikan dengan cara Bersabar.

5 Tips Mengatasi Marah Pada Anak dan Cara Mengendalikan Emosi pada saat marah itu muncul bisa diterapkan dengan cara seperti:

1. Sebaiknya Istighfar (untuk Muslim)  Ketika Marah

Istighfar, atau beribadah untuk Agama apapun tidak harus saat marah saja, namun dikeseharian sesuai aturan Agama masing-masing.
Pada saat marah, sebaiknya ingat bahwa Marah itu sebuah pintu dosa, orang pemarah adalah tidak baik dalam segala hal, baik dari Segi Agama atau pun dari Segi Psikologis dan dari Segi Kesehatan.

2. Fikirkan Akibat Bukan Penyebab

Jika rasa marah pada anak mulai muncul, sebaiknya terapkan terapi berupa Menarik Nafas dalam perlahan keluarkan dengan tenang
Dan Ingat Akibat dari Anak yang sering dimarahi adalah:
Dikhawatirkan akan muncul Pemikiran Dalam Diri Anak yang terbentuk dari efek terbiasa dimarahi tersebut ialah Kebiasaan Marah menurut Anak adalah sebagai tanda rasa sayang pada Anak. Bahwa orang tua yang terbiasa Marah pada Anak serta menunjukkan Reaksi pada perilaku anak secara berlebihan dikhawatirkan akan berefek pada anak atau balita yang juga akan bertindak mudah marah dan berperilaku di luar batas

3. Hindari Tetap Berada di tempat Marah

Jika Marah muncul sebab perilaku Anak yang tidak disukai, sebaiknya tahan emosi dan pergilah keluar rumah atau keluar dari tempat dimana rasa marah muncul, 

Tujuannya adalah :

A). Agar dapat berfikir dengan positif dan memutuskan sejenak rasa marah yang berkelanjutan. Coba saja bayangkan ketika kita pernah marah pada Anak atau pun pada teman atau pasangan (suami/istri), ketika kita sudah terlanjur marah, lalu kita pergi kesuatu tempat, rasanya menyesal yang muncul sudah mengeluarkan amarah walaupun kita lah yang benar (menurut pendapat kita sendiri)
B). Agar Tangisan atau Perilaku Anak tidak menjadi pemicu diri Kita untuk terpengaruh pada perilaku anak yang menyebabkan kita Marah
C.) Agar dapat dengan Mudah mencari solusi dari perilaku anak dan memberikan efek agar Anak diharapkan dapat mengurangi bahkan menyudahi kebiasaan perilaku yang tidak baik. Misalnya ketika Anak menghamburkan mainan dan berantakan, TIDAK seharusnya kita Melampiaskan rasa kesal dengan Marah dan Tidak seharusnya membentak Anak, 


Cobalah cara lain seperti mengajaknya merapihkan kembali mainan yang telah dihamburkan tanpa membentak, Agar anak merasa bahwa itu tindakan yang salah atau jika tindakan itu benar, setidaknya Anak bisa merasakan bertanggung jawab pada sesuatu yang telah dihamburkan dan konsekuensinya adalh merapihkannya kembali.
Dan perlu diketahui sebaiknya ketika berbicara dengan Anak, posisi kita sejajar dengan anak, misalnya dengan duduk atau kaki posisi jongkok agar tubuh kita sejajar dengan anak, dengan salah satu tujuan adalah agar anak merasa dihargai dan merasa Orang tua bersama anak.

4. Belajar Mengendalikan Emosi Marah pada Anak 

Mengendalikan Emosi Marah pada Anak memang butuh kesabaran dan kebiasaan Positif. Sebisa mungkin ketika Marah, Kendalikan rasa marah pada Anak dengan Menekankan pada Fikiran Bahwa “Saya Harus bisa tenang tidak terpancing emosi, Perilaku ini hanyalah perilaku wajar Anak kecil tanpa efek negatif yang besar”

5. Perilaku Anak yang membuat Marah bukan berarti Perilaku yang Tidak baik

Terkadang ketika Orang tua sedang banyak fikiran, dan bersamaan Anak sedang berperilaku yang Tidak disukai Orang tua, Padahal itu perilaku yang wajar, hal itu menjadi pemicu marah pada anak, misalnya Anak memakan makanan seperti Coklat (sesekali dan tidak sering), kita langsung marah sebab kita tidak suka dengan coklat, bukan perilaku Anak yang tidak baik, JANGAN membenarkan rasa marah kita dengan alasan Anak tidak baik makan coklat, dan sebagainya.

INGAT; Bukan suatu cara yang bijak jika melampiaskan emosi kesal dengan Anak dengan cara Marah dan membentak Anak yang dikhawatirkan akan berdampak pada Psikologis Anak yang mudah melawan pada Orang tua yang suka memarahi, bukan justru malah menurut. Sebab Logikanya adalah Seseorang lebih mudah diajak bepergian bersama dibandingkan disuruh bepergian, lebih mudah diajak merapihkan mainan yang dihamburkan dibandingkan disuruh merapihkan mainan dengan cara membentak dan marah.

Mengatasi Marah memang perlu kesabaran yang ekstra, terlebih lagi jika mempunyai Anak yang masih kecil. Emosi marah pada anak bisa saja muncul dari berbagai macam penyebab, misalnya dari permasalahan yang ada di tempat kerja yang hingga menjadikan anak sebagai pelampiasan rasa marah ketika anak sedikit bandel, meskipun bandel yang wajar dan tidak berlebihan pada usia anak yang masih kecil, bandel yang bertujuan untuk mencari perhatian Orang tua dan terkadang bandel yang memang anak sengaja untuk memancing Orang tua agar bemain dengannya, misalkan Anak melempar sesuatu, lalu anak ingin kita kejar berlari-lari dengan misalnya berkata “hayooo siapa yang melempar sesuatu tadi,,dikejar dan didapati anak dengan sambil diajak becanda dan tertawa ria”

Namun rasanya tidak adil bagi Anak jika Anak dijadikan pelampiasan emosi marah Orang tua dari masalah yang dihadapi atau pun Marah disebabkan Anak berbuat yang menurut Orang tua tidak seharusnya, padahal menurut Anak itu wajar pada usia Anak yang masih kecil, dan perbuatan Anak tidak memiliki efek yang negatif, yang sebenarnya Orang tua marah dengan alasan tidak suka dengan perilaku anak, bukan perilaku anak yang tidak baik, namun menjadikan alasan perilaku anak itu tidak baik agar bisa Orang tua Marah.

Artikel Terkait: Tips Mengatasi dampak Marah pada Anak lengkap dengan tips mengelola emosi dengan baik
                          Perlu diingat kalimat Inspiratif yang kurang lebih intinya:
Amarah (rasa marah) tidak pernah terjadi tanpa adanya suatu alasan jelas, Tapi Alasan itulah yang sering tidak begitu tepat dan jarang sekali dengan alasan baik”. (Benjamin Franklin). Jadi sebaiknya Berusaha mengelola Amarah (rasa marah) dengan Tepat dan Efektif,  Karena (Ingat) Anak-anak (rasanya) terlalu Berharga (jika hanya) untuk dijadikan pelampiasan (belaka)”. 
Written by Junni Zein
Sumber-referensi:
Personal Experience Junipedia,
Google.id,
Dyah_Swastantika, theasianparent.com,
sayangianak.com.
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *