Kerokan atau Dikerok Badan untuk Mengeluarkan Masuk Angin, Perlukah? Simak Penjelasnnya yang Belum Banyak Diketahui

Kerokan atau Dikerok Badan untuk Mengeluarkan Masuk Angin, Perlukah? Simak Penjelasnnya yang Belum Banyak Diketahui

 

Kerokan atau dikerok badan selalu identik dilakukan untuk mengeluarkan Masuk angin. Kerokan atau dikerok ini merupakan sebuah atau suatu sugesti yang dilakukan dengan cara menyakiti kulit punggung, yaitu dengan cara dikerok atau kerokan.

Melakukan Kerokan tersebut biasanya di bagian punggung atau belakang badan, dengan benda tumpul atau juga koin yang mana tubuh telah dilumuri minyak khusus atau body lotion, yang mana efek dikerok atau efek kerokan tersebut menjadikan bagian tubuh yang dikerok menjadi berwarna merah.

Dengan efek kerokan atau dikerok menunjukkan tanda warna merah yang timbul pada kulit setelah kerokan, diketahui menjadi pertanda badan telah masuk angin secara berlebihan dan hasilnya angin bisa keluar dari badan setelah dikerok atau kerokan.

Namun, Apakah benar jika setelah dikerok, makin pekat warna merahnya, Pertanda banyak pula angin yang berdiam di tubuh telah dikeluarkan dengan Kerokan atau Dikerok?

 

Kerokan atau dikerok

Fakta tentang Kerokan atau Dikerok

Faktanya menunjukkan bahwa Efek Kerokan atau dikerok yang menimbulkan Warna merah, adalah sebuah pertanda bahwa pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukaan kulit menjadi pecah, sehingga terlihat sebagai tanda merah di tempat yang telah dikerok tersebut.
Walaupun tidak masuk angin, namun tubuh atau Badan orang yang sedang sehat pun akan memancarkan warna merah jika dikerok atau melakukan kerokan.

Pengertian Kerokan atau Dikerok

Kerokan Merupakan sebuah Alternatif Terapi Pengobatan untuk mengatasi Gejala Masuk Angin. Denga Cara menekan bagian tubuh atau kulit dengan Minyak khusus dan dibantu dengan koin atau benda tumpul yang akan mempunyai efek kerokan guratan yang terlihat berwarna merah dan kulit tubuh yang dikerok menjadi lecet. (Lihat referensi: Wikipedia)

Kerokan atau Dikerok dilihat secara Medis

Kerokan atau dikerok jika dilihat secara Medis, bahwa kerokan atau dikerok adalah salah satu metode untuk memperlebar pembuluh darah tepi yang menutup (vasokontiksi) menjadi semakin melebar (vasaditilasi).

Efek Kerokan atau Dikerok

Efek dari Kerokan atau dikerok pada tubuh yang diketahui masuk angin, yang mana kerokan akan membuat efek bagi penderita atau yang mengalami gejala masuk angin menjadi merasa nyaman dan ‘plong’ atau lega setelah dikerok atau melakukan kerokan tersebut, sebab juga dengan kerokan atau dikerok diketahui telah melepas hormon beta endofin.

Prinsip Kerokan atau Dikerok

Prinsip kerokan atau dikerok sebenarnya tidak beda jauh dengan terapi dengan metode akupuntur,  yang mana pada terapi metode akupuntur prosesnya adalah dengan menancapkan jarum kepada bagian tubuh tertentu oleh ahli akupuntur, sehingga mempunyai efek dapat meningkatkan temperatur dan energi pada tubuh yang diterapi menggunakan metode akupuntur.
Pada kerokan atau dikerok, ketika tubuh dikerok, Peningkatan energi ini dilakukan melalui perangsang kulit tubuh bagian luar, dengan cara kerokan atau dikerok tersebut.
Saraf penerima rangsang di otak akan menyampaikan sebuah rangsangan yang menimbulkan efek memperbaiki organ pada titik-titik tubuh pada bagian dikerok.
Sebenarnya semua terserah kepada Kita, apakah percaya atau tidak bahwa dengan kerokan atau dikerok tersebut bisa mengobati atau menghilangkan masuk angin atau tidak. Selagi tidak membahayakan untuk Kesehatan Tubuh. Untuk Cara Mengatasi Masuk Angin lainnya, bisa juga dilihat pada artikel Cara Mudah mengatasi Masuk Angin.

 


Junipedia adalah Media Informasi, tidak menggantikan teori dan fakta yang ada dari para Ahli di bidangnya, silahkan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan dalam penulisan teori dan fakta yang ada

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *