Tips Meredam Konflik Legendaris Menantu dan Mertua

Tips Meredam Konflik Legendaris Menantu dan Mertua

Konflik Menantu dan Mertua memang menjadi hal klasik sejauh pengamatan Junipedia, baik pasangan yang sudah lama menikah dan dikaruniai Anak, atau bahkan lebih sering muncul pada pasangan baru menikah apalagi baru memiliki Anak. Konflik ini bisa besar dan bahkan bisa juga berawal dari hal kecil. Konflik memang bisa saja terjadi meski tidak di dalam suatu pernikahan. Namun yang sering terlihat juga adalah yaitu tentang Konflik Menantu dan Mertua.

Tips Meredam Konflik Legendaris Menantu dan Mertua,picture by pexels,com

Konflik Menantu dan Mertua dilihat secara global, terlepas dari Konflik antara konflik mertua dan menantu laki – laki, Atau juga konflik mertua dan menantu perempuan. Baik yang tinggal serumah dengan Orang tua dan Mertuanya disebabkan banyak faktor, atau juga yang sudah tinggal terpisah dengan Orang tua dan Mertua, semuanya dengan alasan apapun, dan konflik kecil atau besar, bisa saja terjadi Konflik Menantu dan Mertua

Tips Meredam Konflik Legendaris Menantu dan Mertua

Perselisihan – Permasalahan – Konflik – Penyelesaian

Sebelumnya, ketika belum menjadi pasangan suami istri, biasanya ada saja terjadi perselisihan pendapat yang dapat menimbulkan Masalah antara calon istri atau calon suami dan juga terutama calon Mertua, yang mana Selisih pendapat menjadi masalah dan dapat berubah menjadi Konflik pada saat itu juga. Namun bisa diselesaikan dengan baik-baik dengan cara meredam emosi dan mengalah tentunya. Namun berbeda halnya jika sudah menikah, maka jika terdapat Perselisihan pendapat bisa saja menimbulkan Masalah yang juga dapat menjadi Pemicu terjadi Konflik Menantu dan Mertua tersebut. Tahap awalnya bisa saja dari perbedaan pendapat mengenai tempat tinggal, pekerjaan, bahkan cara mengurus anak, yang tentu saja Mertua ingin turut andil bagian dalam mengurus anak, atau mengatur anak dan menantunya dalam mengurus anak, yang disebabkan misal: Mertua belum percaya pada anak dan menantunya yang baru menikah mengurus anak (cucu) jika dibandingkan dengan Mertua yang sudah lama mengarungi asam manis kehidupan terutama dalam mengurus anak.

Tips Meredam Konflik Legendaris Menantu dan Mertua

Mertua Turut Andil dalam Rumah Tangga Anak dan Menantu

Hal tersebut memang sah-sah saja jika Mertua Ingin turut andil bagian dalam mengurus cucu atau ikut mengatur apa yang harus dilakukan anak dan menantunya dalam mengurus cucu dari Mertua. Namun perlu ditimbang lagi dari Segi Menantu dan Mertua dalam Islam, sejauh mana diperbolehkan turut andil (baca: mencampuri) hubungan Rumah tangga Anak dan Menantunya. Meski kita sebagai Manusia memang memiliki Toleransi yang besar pada Orang tua walaupun Orang tua dan Mertua sudah tidak wajib turut andil bagian dalam Rumah tangga anak dan menantunya, namun Toleransi juga mengatakan bahwa mereka adalah Orang tua dan kakek nenek dari cucu, yang juga ingin anak dan menantu serta cucunya selalu diketahui minimal kabar beritanya dalam berumah tangga, yang terpenting harus mengetahui batas-batas yang ada agar tidak menimbulkan Perselisihan pendapat yang memunculkan Masalah yang dapat menjadi Pemicu Konflik Mertua dan Menantu.

Tips Meredam Konflik Mertua dan Menantu Laki – Laki, Konflik Mertua dan Menantu Perempuan

Tips Meredam Konflik Legendaris Menantu dan Mertua

Analisa Masalah yang muncul di awal

Cari Tau Mengapa atau Kenapa masalah terjadi, bukan mencari Siapa penyebabnya,

Sebab jika mencari tahu Siapa, maka kemungkinan besar Ego yang akan menjadi terdepan.

Setelah tau Mengapa masalah tersebut muncul, kita bisa mulai merubah atau setidaknya menguranginya dengan langkah awal yaitu Mengalah, mengalah bukan berarti kalah, namun dapat menunjukkan bahwa kita berusaha mengerti dan menetralisir keadaan meski satu sama lain tentu saja memiliki ego dan emosi masing-masing.

Mengalah

Mengalah bukan berarti akan kalah, mengalah bukan berarti selamanya kita mau seperti itu, hanya saja kita butuh proses untuk membuktikan bahwa dengan perselisihan dan konflik tidaklah terlalu baik dalam suatu Hubungan Menantu dan Mertua, yang justru mempunyai efek samping pada Hubungan Suami Istri dan yang terpenting lagi adalah pada Anak. Anak yang akan jadi korban atas ketidaktahuanya atau belum tau tentang apa yang terjadi.

Mengalah akan membantu mengajarkan pihak lain dan juga diri kita sendiri untuk berbuat jadi lebih baik, Tentu saja setiap orang memikiki perasaan dari hati kecil yang bisa saja luluh oleh sikap kita yang mengalah,

Mengalah namun tetap tegas

Emosi tetap diredam sebisa mungkin dan tensi dari emosi sebisa mungkin diturunkan dibawah dari pihak lain.

Mengalah dan meredam emosi bukan berarti kita berdiak diri, namun dengan itu kita jadi lebih mudah membaca situasi, untuk dapat mencari jalan keluar dari Perselisihan dan Konflik yang sedang terjadi hingga dapat meminimalisir penyesalan yang mungkin akan muncul di akhir.

Mengalah dan Tetap Berusaha

Mengalah tentu saja dengan berusaha memberikan ilmu, informasi yang berkaitan dengan Masalah dan Konflik yang terjadi dengan misal menjelaskan bahwa hal ini dan itu, sebenarnya adalah kurang baik dari sisi Syari’at, atau kurang baik dari sisi psikologis atau kurang baik dari sisi kesehatan, dan sebagainya sesuai dengan kaitan masalah yang dihadapi pada saat terjadi konflik tersebut.

Dengan terus perlahan berusaha dan berikhtiar juga tentu saja berdo’a adalah langkah awal dalam tujuan kita mengalah untuk kebaikan yang tetap dibarengi dengan terus berusaha untuk memberikan pengertian dengan emosi yang dingin dan dengan berlapang dada

Ketulusan untuk Bersabar

Ketulusan adalah faktor utama untuk mendukung proses mengalah di langkah awal, sebab bisa saja dengan ketulusan dan kesabaran yang kita lakukan, pihak lain bisa jadi berempati dan justru berbalik menjadi merasa segan dengan Ketulusan dan Kesabaran kita dalam menghadapi Konflik yang sedang berlangsung.

Tidak ada yang Mudah, namun tidak ada yang tidak mungkin

Tidak mudah memang, tapi itu merupakan salah satu langkah awal dalam Tips menghadapi Konflik antara Metua dan Menantu yang bisa dilakukan tanpa rasa marah dan dendam

Ingat-ingat kembali masa Indah sebelum Menikah

Jika masih belum bisa, coba kita ingat-ingat kembali, bagaimana di awal sebelum kita menikah dengan pasangan, pengorbanana apa saja yang telah dilakukan dalam mempersiapkan pernikahan? baik dari suami atau istri dan masing-masing Orang tua?

Lihatlah Anak Anda ketika tertidur

Lalu lihat ketika baru saja menikah, dan baru memiliki Anak, Anaklah yang menjadi salah satu faktor perekat hubungan kita tetap terjaga dengan suami/istri dan juga dengan Mertua, jadi lihatlah anak, lihatlah anak ketika tertidur misalnya, bayangkan jika kita terus tidak mengalah dan Anaklah yang jadi korban dari konflik yang terjadi.

Lihatlah Anak ketika tertidur, dalam wajahnya mungkin saja atau anggap saja tersimpan kasih sayang yang besar pada Orangtuanya dan juga kakek neneknya, tersimpan Harapan dari Hubungan yang langgeng antara Orang tuanya serta Kakek Neneknya

Utamakan Psikologis Anak sebelum melanjutkan Konflik

Hal ini dikhawatirkan berdampak pada Psikologis anak jika memang Konflik yang terjadi terlihat di depan anak, apalagi masih Balita yang sungguh rekaman memori di otaknya sangat kuat dan hampir semua direkam baik dan buruk yang terjadi di sekitar. tanpa harus dipilih terlebih dahulu seperti halnya pada rekaman kita sebagai Orang tua yang bisa memilih terlebih dahulu mana yang baik dan buruk sebelum kembali diterapkan.

Artikel terkait: Dampak Marah pada Anak Balita dan Tips Mengelola Emosi dengan Baik


Lakukan Hal ini Jika Anak Balita jatuh terlentang dan Kepala terbentur lantai


(Sebuah studi kasus ini bisa saja bersambung, dan untuk sementara seperti itu Tips Meredam Konflik Legendaris Menantu dan Mertua dari Junipedia, Silahkan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan dalam penulisan teori dan fakta yang ada, silahkan tambahan jika ingin menambahkan) Sumber referensi: Personal Experience, Google, Wikipedia.

 
 
One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *