Mengenal jenis Vaporizer sebagai pengganti rokok konvensional

Mengenal jenis Vaporizer sebagai pengganti rokok konvensional

Mengenal Jenis Vaporizer KHUSUS 20+, Dan artikel disini dibuat hanya untuk pengenalan tentang apa itu Vape / Vaporizer, bukan untuk Menjual vaporizer atau mempromosikan Vaporizer atau Vape

Mengenal jenis Vaporizer sebagai pengganti roko*k konvensional
(Vaporizer)

 

Apa itu Vape / vaporizer???

Vaporizer merupakan jenis rokok elektrik dan mechanical yang proses pengeluaran Uap (bukan asap) melalui hasil pemanasan dari bahan – bahan Liquid yang telah dicampurkan ke dalam atomizer dengan cara disedot seperti rokok

Part yang Ada di Vape dan Kebutuhan agar Vape bisa digunakan

Jumlah total harga tergantung jenis vape, bisa saja dari 500.000 sampai di atas 10.000.000 rupiah

1. Bagian Atas disebut Atomizer

Yang biasanya terdiri dari RTA (Rebuild tank atomizer) seperti tabung atau RDA (tanpa tabung) atau RDTA dan bisa juga RTDA

Bisa dibaca disini untuk info lebih lanjut: Atomizer

2. Bagian Bawah disebut Mod Vape (Part utama)

3. Lalu ada layar digital (pada Mod elektrikal)

4. Terdapat baterai khusus vape (bisa 2 atau 3, tergantung jenis mod)

5. Wire atau Kawat yang sangat wajib untuk ditempatkan di atomizer

6. Kapas khusus untuk atomizer

7. Charger baterai

8. Tas Vape

9. Liquid

Liquid bisa beragam rasa dan harganya, sebaiknya memilih liquid yang harga menengah agar merasakan kualitas rasa dari vaporizer, minimal di harga 60-100.000 30Ml.

10. Coil Vape

11. Coil Master

12. Dan masih banyak lagi spare part dan kebutuhan lainnya dari Vape yang akan kamu ketahui jika kamu sekarang sedang “ngevape”

Rokok tembakau
Rokok Elektrik (Vaporizer)
Menggunakan TAR
Menggunakan Niko*tin
Di atas 21 tahun ke atas (namun terlihat anak dibawah umur yang memakainya)
Tanpa Tar
Menggunakan Niko*tin dan Tidak menggunakan Niko*tin
(ada 2 pilihan)
Di atas 18 tahun ke atas, dan penjual kebanyakan
tidak menjualnya kepada yang di bawah umur

Jenis – Jenis Vape / Vaporizer

Mengenal Jenis vaporizer atau vape dalam artikel ini sesuai dengan pengalaman penulis, jadi jika ada kesalahan dan kekurangan silahkan dikoreksi pada kolom komentar.

Mengenal jenis vaporizer atau vape bagi para pengguna vape dan peroko*k yang ingin menggunakan vape tentunya sangat menarik untuk dibahas, untuk mengetahui terlebih dahulu dan mengenal jenis vaporizer atau vape yang mana yang pas untuk digunakan, serta pas untuk kantong tentunya

Mengenal jenis vaporizer atau vape disarankan bagi pengguna vape dan yang ingin mencoba vape dari para peroko*k, bukan untuk yang belum meroko*k dan artikel ini khusus untuk 18+ tentunya.

Sebelum lebih jauh untuk Mengenal jenis vaporizer atau vape, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tentang vape, bahwa vaporizer itu adalah sebuah roko elektrik yang menggunakan batrei, bisa baterai tanam dan baterai eksternal, unitnya yang disebut dengan mod itu terdiri dari rangkaian elektrikal dan mechanical yang terdapat baterai didalamnya, berupa baterai eksternal, serta baterai tanam, ini berkaitan dengan jenis vaporizer atau vape yang akan kita bahas lebih lanjut.

Vaporizer terdiri dari 2 macam, yaitu

Vaporizer Elektrikal dan Vaporizer Mechanical

1. Vaporizer Elektrikal

Electrical Mod, source:Maxpixel

Harga Vape electrical memang beragam, dari Ratusan Ribu hingga Jutaan bahkan lebih dari 10 juta rupiah untuk yang authentic alias Original bukan Clone alias palsu atau tiruan.

Seperti pada foto harga Vape Electrical tersebut dibanderol sekitar di atas 2 Juta Rupiah

Vaporizer elektrikal adalah jenis vape yang memiliki rangkaian elektrik di dalamnya, menggunakan chip dengan salah satu fungsinya menahan/mengatur arus listrik jika terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan, semisal konslet atau error agar tidak berbahaya kepada penggunanya.

Jenis Chip pada vape pun beragam, dan berbeda vape beda juga chip, misal ada Chip biasa, chip Yihi, dan Chip DNA, biasanya harga vape yang sudah menggunakan chip yihi dan DNA ini termasuk ke dalam kategori menengah ke atas, berbeda dengan vape dengan chip biasa.

Vaporizer elektrikal ini memiliki layar (bisa besar bisa kecil, tergantung jenis mod/vape yang digunakan), yang bertujuan untuk memperlihatkan pengaturan dari volume watt, ohm, dan semacamnya. dan pengaturan pada volume watt dan ohm ini berkaitan dengan jenis kawat dan lilitan kawat yang digunakan pada atomizer

Atomizer itu sendiri adalah terletak pada bagian atas vape, yang berfungsi sebagai elemen pemanas untuk cairan / liquid pada vape. Atomizer pun macamnya beragam

2. Vaporizer Mechanical

Harga Vaporizer Jenis ini juga tergolong tidak murah jika yang Authenticnya, ratusan ribu rupiah (biasanya di atas 400 atau 500.000 sampai diatas 10 juta juga ya kurang lebih sama seperti electrical authentic)

SARAN Junipedia jika ingin Mod Vape Mechanical:

Jenis ini sebaiknya Gunakan yang Ori atau Authentic dan Baterai Gunakan juga yang Authentic, sebab Mechanical kita tidak bisa melihat seberapa besar tekanan panas secara langsung pada Vape kecuali dengan alat lain atau tools vape lainnya

Vaporizer Mechanical merupakan jenis mod/vape yang tanpa menggunakan chip dan tanpa adanya layar tampilan untuk tombol volume watt dan ohm, pengaturan hanya pada kekuatan baterai. Vape jenis ini hampir mirip dengan vape PEN, namun sedikit lebih besar dan menggunakan baterai eksternal serta atomizer yang bisa diganti.

Namun banyak rumor yang beredar, agar aman menggunakan vape jenis ini haruslah menggunakan baterai yang authentic, bukan clone. Dengan tujuan agar pemakaian lebih aman, sebab pada vape Mechanical tidak ada chip dan layar pengukur apakah baterai tersebut berfungsi baik atau tidak.

Namun terlepas dari itu, vape jenis ini simpel untuk dibawa dan digunakan,sebab berbentuk seperti Pen yang lebih besar

Jenis Vaporizer itu ada Pen, Portable, Dekstop

Estimasi Harga Vaporizer Terbaik

Table Check istilah dalam Penggunaan Kekinian Vaporizer

1. Vaporizer atau vape pada generasi awal adalah
berbentuk kurus dan agak panjang seperti Pen, sebut saja bentuk Pen.

Vaporizer jenis ini simpel dan cocok untuk pengguna vape pemula, yang mana tidak usah repot mengganti sendiri kawat dan kapas jika sudah aus, cukup membeli yang sudah tersedia. dan atomizernya pun tidak bisa diganti dengan atomizer lain kecuali yang seukuran dan sejenis tidak memiliki pengaturan watt dan menggunakan baterai tanam yang tidak bisa dikontrol aus atau tidaknya kecuali dibongkar. namun ini simpel saat baterai habis tinggal dicolokkan ke listrik tanpa harus membuka/mengeluarkan terlebih dahulu baterai di dalam.

Tidak ada pengaturan watt dan ohm sehingga uap (bukan asap) yang dihasilkan juga hanya seperti itu adanya, tidak bisa dilebihkan seperti pada vape yang menggunakan volume watt.

Jenis vape semacam ini hampir sama dengan vape mechanical, namun pada mechanical full bisa diganti baterai dan atomizer serta uap yang dihasilkan juga lebih banyak dan gahar

2. Vaporizer jenis Portable

Vaporizer atau vape jenis ini banyak digunakan oleh pengguna vape, baik yang sudah lihai maupun pemula. dan vape jenis ini yang sangat diminati sebab ada pengaturan volume watt.

2.a vaporizer protable jenis Electrical

Vaporizer jenis ini merupakan vaporizer yang disarankan ketika ingin memulai menggunakan vape, sebab mod yang satu ini memiliki settingan volume watt dan ohm untuk mengatur seberapa besar uap yang ingin dihasilkan, tentu saja dengan menggunakan atomizer yang pas sesuai selera, serta kapas dan kawat dengan lilitan kawat yang pas

2.b vaporizer portable jenis Mechanical

3. vaporizer jenis dekstop

Sejarah singkat Vaporizer

Sejarah vaporizer mulai muncul pada tahun 2003, dimana pada saat itu seseorang yang bernama Hon Lik yang merupakan peroko*k berat yang mendapat musibah penyakit pada infeksi bagian pernapasan. Ayahnya juga merupakan seorang peroko*k berat yang menderita penyakit kanker paru-paru yang diakibatkan roko*k konvensional.

Pada sekitar tahun 2000-an, beliau mendapat mimpi membuat sebuah penemuan baru, yaitu roko*k elektrik ( e-cigarett*e), dan kemudian mematenkannya sebagai vaporizer pertama, berbeda dengan roko*k elektrik yang dipatenkan oleh Helbert A. Gilbert pada tahun 1963.

Hon Lik lalu memberikan kabar penemuannya tersebut pada Ayahnya, dan Ayahnya pun senang melihat penemuannya, sebab para peroko*k konvensional bisa menekan penyakit akibat dari roko*k konvensional tersebut.

Vaporizer tersebut lalu masuk ke Wilayah Amerika pada sekitar tahun 2007, lalu ke Negara Indonesia sekitar tahun 2010 hingga sekarang vaporizer masih menjadi trend para peroko*k konvensional untuk
berpindah ataupun menjadi pilihan utama disela-sela meroko*k konvensional, dan bahkan ada yang bisa berhenti dari roko*k konvensional lalu terus menggunakan roko*k elektrik / vaporizer ini.

Ada dua generasi perubahan dari roko*k elektrik ini, yaitu pada awal-awal kemunculannya, hanya berbentuk seperti pen, dan bagian-bagiannya tidak bisa dimodifikasi seperti sekarang yang berbentuk
beragam dan dengan liquid (cairan untuk pembakaran dan rasa yang ditimbulkan) pada rok*ok elektrik, yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan vape, atau vaporizer, atau vapor, atau ngevape.

 

Semoga informasinya bermanfaat, jika ada tambahan lain silahkan di kolom komentar

 


Junipedia adalah sarana informasi, tidak bermaksud menggantikan teori dan fakta para
Ahli di bidangnya 
Silahkan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan dalam penulisan teori dan fakta yang terjadi. Sumber referensi: Arsip Pribadi, Google, idkaca, MaleIndonesia

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *