junizein 8 Desember 2015
Rabies dan Pencegahannya – Mengenal Rabies serta
PencegahannyaPenyakit rabies memang merupakan penyakit yang belum terlalu
dikenal oleh banyak orang, karena memang penyakit rabies tidak sering terjadi –
Bisa karena faktor lingkungan. Penyakit ini tak sesering orang yang terkena penyakit
batuk atau flu. Namun sekali terserang penyakit ini, tidak sedikit orang yang
menjadi kebingungan karenanya, itu karena mereka kekurangan informasi terkait
rabies. Pada kesempatan informasi kali ini, kami akan menyajikan informasi
terkait rabies mengenai bagaimana pencegahan yang perlu dilakukan. Seperti kata
pepatah jika lebih baik mencegah dibandingkan mengobati, dan itu yang akan
diterapkan sekarang ini. Penyakit rabies termasuk kategori penyakit yang
menular. Rabies sendiri adalah penyakit infeksi pada susunan saraf pusat
manusia, disebabkan oleh virus rabies, infeksi virus disebabkan karena beberapa
hal, yang akan dibahas berikutnya. Sifat dari penyakit rabies adalah zoonotik.

Sifat zoonotik rabies

Sifat zoonotik, mungkin Anda bingung apakah sebenarnya arti
zoonotik. Itu berarti penyakit rabies termasuk penyakit yang dapat ditularkan
dari hewan menuju manusia. Umumnya virus rabies ini dapat ditularkan disebabkan
oleh gigitan dari hewan, namun tak sembarang hewan, melainkan hewan yang sudah
terinfeksi oleh virus rabies juga. Jika hewan tersebut tak memiliki infeksi
rabies dalam tubuhnya, maka orang yang digigit tak akan terkena rabies. Di sini
harap dibedakan, bukan berarti karena digigit hewan langsung terserang rabies.
Dan lagi tak semua jenis hewan dapat terserang rabies, beberapa contoh hewan
yang beresiko menyebarkan rabies contohnya anjing, kucing, rakun dan kelelawar.
Yang paling sering menularkan rabies pada manusia adalah anjing, terutama
anjing liar yang tidak divaksin. Karena itu orang yang tinggal di daerah yang
banyak anjing liarnya lebih berpotensi terserang penyakit rabies.

Penularan rabies

Apabila Anda ingin mengetahui bagaimana cara melakukan
tindakan pencegahan yang memang tepat, Anda sebelumnya harus mengerti tentang
bagaimana atau apa yang menjadi faktor penularan, serta faktor penyebab mengapa
seseorang dapat terinfeksi oleh virus rabies tersebut. Dengan mengetahui
alurnya, maka Anda dapat memikirkan pencegahan atau perubahan apa yang harus
Anda lakukan. Yang menjadi penyebab rabies adalah virus rabies, virus rabies
termasuk ke dalam famili dari genus Lysavirus, serta Rhabdoviridae. Virus
famili Rhabdoviridae memiliki ciri memiliki satu utas (-) RNA. Di mana RNA nya tak mempunyai segmen. Type virus seperti ini
umumnya dapat hidup pada beberapa ragam hewan. Spesies dari hewan yang dapat
menularkan virus tersebut banyak macamnya, juga bergantung kepada posisi
geografis yang berbeda. Untuk sebagian besar kasus, umumnya rabies lebih sering
menular karena gigitan anjing yang terinfeksi.

Pencegahan

Agar mencegah supaya tak tertular virus rabies, maka Anda
sebaiknya menghindari gigitan hewan yang sekiranya ada resiko terkena rabies.
Selain itu jika Anda memiliki hewan peliharaan, maka Anda dapat memberikan
vaksin rabies, misalnya kepada kucing peliharaan atau anjing peliharaan Anda.

Vaksin rabies

Bagi yang belum pernah mendapatkan vaksin rabies sebelumnya,
dapat diberikan suntikan globulin imun rabies. Dengan pemberian vaksin ini
digabungkan dengan kombinasi vaksin yang lainnya dapat membantu. Separuh dosis
disuntikkan ke tempat gigitan, separuhnya lagi pada otot, biasanya untuk daerah
pinggang. Selama jangka waktu 28 hari, Anda dapat memberikan sebanyak 5 kali
suntikan. Suntikan pertama yang menentukan resiko virus rabies, sebab bekas
gigitan – Sisa suntikan dapat diberikan pada hari 3, 7 dan hari ke 14, lalu
hari ke 28. Umumnya akan muncul kemerahan, gatal, rasa sakit, maupun bengkak
pada daerah penyuntikan vaksin rabies, tetapi itu adalah kondisi yang normal.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*