Mengenal Rabies Serta Pencegahannya

Mengenal Rabies dan Pencegahannya

Mengenal Rabies serta PencegahannyaPenyakit rabies memang merupakan penyakit yang belum terlalu dikenal oleh banyak orang, karena memang penyakit rabies tidak sering terjadi Bisa karena faktor lingkungan.

Mengenal Rabies, yang mana Penyakit Rabies ini menghinggapi seseorang tak sesering orang yang terkena penyakit batuk atau flu. Namun sekali terserang penyakit rabies ini, tidak sedikit orang yang menjadi kebingungan karenanya, itu karena mereka kekurangan informasi terkait penyakit rabies.

Pada informasi kali ini, kami akan menyajikan informasi terkait mengenal penyakit rabies dan bagaimana pencegahan yang perlu dilakukan. Seperti kata pepatah jika lebih baik mencegah dibandingkan mengobati, dan itu yang akan diterapkan sekarang ini.

Penyakit rabies termasuk kategori penyakit yang menular. Penyakit Rabies itu sendiri adalah penyakit infeksi pada susunan saraf pusat manusia, disebabkan oleh adanya virus rabies, infeksi virus disebabkan karena beberapa
hal, yang akan dibahas berikutnya.

Sifat dari penyakit rabies adalah zoonotik.

Sifat zoonotik rabies

Sifat zoonotik, mungkin Anda bingung apakah sebenarnya arti zoonotik. Itu berarti penyakit rabies termasuk penyakit yang dapat ditularkan dari hewan menuju manusia.

Umumnya virus rabies ini dapat ditularkan disebabkan oleh gigitan dari hewan, namun tak sembarang hewan, melainkan hewan yang sudah terinfeksi oleh virus rabies juga.

Jika hewan tersebut tidak memiliki infeksi rabies dalam tubuhnya, maka orang yang digigit juga tidak akan terkena rabies.

Di sini harap dibedakan, bukan berarti karena digigit hewan langsung terserang rabies. Dan lagi tak semua jenis hewan dapat terserang rabies.

Beberapa contoh hewan yang beresiko menyebarkan rabies contohnya hewan anjing, kucing, rakun dan kelelawar.

Hewan yang paling sering menularkan rabies pada manusia adalah anjing, terutama anjing liar yang tidak divaksin. Karena itu orang yang tinggal di daerah yang banyak anjing liarnya lebih berpotensi terserang penyakit rabies.

Penularan Penyakit Rabies

Apabila Anda ingin mengetahui bagaimana cara melakukan tindakan pencegahan yang memang tepat, Anda sebelumnya harus mengerti tentang bagaimana atau apa yang menjadi faktor penularan, serta faktor penyebab mengapa seseorang dapat terinfeksi oleh virus rabies tersebut.

Dengan mengetahui alurnya, maka Anda dapat memikirkan pencegahan atau perubahan apa yang harus Anda lakukan.

Yang menjadi penyebab rabies adalah virus rabies, virus rabies termasuk ke dalam family dari genus Lysavirus, serta Rhabdoviridae.

Virus family Rhabdoviridae memiliki ciri memiliki satu utas (-) RNA. Di mana RNA nya tak mempunyai segmen.

Type virus seperti ini umumnya dapat hidup pada beberapa ragam hewan. Spesies dari hewan yang dapat menularkan virus tersebut banyak macamnya, juga bergantung kepada posisi geografis yang berbeda.

Untuk sebagian besar kasus, umumnya rabies lebih sering menular karena gigitan hewan anjing yang telah terinfeksi virus rabies lalu ditularkan pada objek yang digigit.

Pencegahan penyakit Rabies

Agar dapat mencegah Rabies supaya tidak tertular virus rabies, maka Anda sebaiknya menghindari gigitan hewan yang sekiranya memiliki resiko terkena rabies.

Selain itu jika Anda memiliki hewan peliharaan, maka Anda dapat memberikan vaksin rabies, misalnya kepada kucing peliharaan atau anjing peliharaan Anda.

Vaksin rabies

Bagi yang belum pernah mendapatkan vaksin rabies sebelumnya, dapat diberikan suntikan globulin imun rabies. Dengan pemberian vaksin ini digabungkan dengan kombinasi vaksin yang lainnya dapat membantu. Separuh dosis disuntikkan ke tempat gigitan, separuhnya lagi pada otot, biasanya untuk daerah pinggang.

Selama jangka waktu 28 hari, Anda dapat memberikan sebanyak 5 kali suntikan. Suntikan pertama yang menentukan resiko virus rabies, sebab bekas gigitan – Sisa suntikan dapat diberikan pada hari 3, 7 dan hari ke 14, lalu hari ke 28.

Umumnya akan muncul kemerahan, gatal, rasa sakit, maupun bengkak pada daerah penyuntikan vaksin rabies, tetapi itu adalah kondisi yang normal.


Junipedia adalah Media Informasi, tidak menggantikan teori dan fakta yang ada dari Para Ahli di Bidangnya. Silahkan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan dalam teori dan fakta yang ada

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *