junizein 11 Januari 2016

Mengenal Zat Sianida – Baru baru ini Heboh Kasus Keracunan Kopi yang Tercampur Oleh Zat Sianida, Sebenarnya Apa Sih Zat Sianida Itu ? 

Zat ini adalah cairan biru dan berwarna pucat. Selain itu, hidrogen sianida merupakan gas tidak berwarna pada suhu yang lebih tinggi.
Kemudian, natrium sianida dan potasium sianida adalah bubuk putih yang mungkin memiliki bau seperti almond pahit. Bahan kimia lain yang disebut cyanogenic dapat menghasilkan sianida, Sianogen klorida adalah gas cair berwarna yang lebih berat daripada udara.

Dampak Dan Gejala Zat Sianida


sianida juga dapat menyerap melalui kulit, tidak hanya ditabur di makanan atau minuman. Jika terpapar zat sianida dalam jumlah sedikit, maka biasanya seseorang akan merasakan gejala-gejala seperti pusing, sakit kepala, mual dan muntah.
Selain itu, denyut jantung juga semakin cepat, kegelisahan dan tubuh yang melemah. Sementara, jika terpapar cukup banyak zat sianida, maka dampaknya akan sangat fatal.
Biasanya, seseorang yang terpapar cukup banyak zat sianida akan mengalami kejang, hilang kesadaran dan tekanan darah menjadi rendah. Lebih parah lagi, seseorang bisa mengalami cedera paru, gagal pernafasan yang menyebabkan kematian, dan denyut jantung melambat.
Penanganan Jika Terkena Zat Sianida
Jika terkena di pakaian, cepatlah melepasnya
Jika tidak memungkinkan melepas pakaian melalui kepala, maka pakaian harus dipotong. Hal ini untuk mencegah kontak langsung bagian tubuh terhadap zat sianida.
Kemudian, tempatkan pakaian dalam kantung plastik dan tutup dengan rapat. Hal ini dapat melindungi Anda dan orang lain dari paparan zat sianida. Buang kantung tersebut di lokasi yang aman dari orang lain, terutama anak-anak.
Jika zat sianida terkena kulit
Cepatlah mencuci zat sianida dari kulit memakai sabun dan air, dan menyiramnya dengan jumlah air yang banyak. Namun, jangan menggunakan pemutih untuk menghilangkan sianida dari kulit.
Jika zat sianida mengenai aksesoris atau alat bantu organ
Bersihkan kacamata dengan sabun dan air sebelum memakainya kembali. Namun, untuk lensa kontak yang terpapar zat sianida sebaiknya dibuang, agar tidak membahayakan mata.
Demikian Info Mengenai Zat Sianida, Semoga Bermanfaat.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*