Doa Niat Puasa, Simak Cara Niat Puasa Asyura 10 Muharram dan Niat Puasa Asyura Jika terlambat berniat

Doa Niat Puasa, Simak Tata Cara Niat Puasa Asyura 10 Muharram dan Doa berbuka puasanya

Doa Niat Puasa, dari Niat Puasa Asyura 10 Muharram dan Doa berbuka puasa perlu diketahui untuk yang ingin melaksakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan pada saat bulan Muharram ini. Untuk itu kita perlu mengetahui Doa niat puasa dan Niat puasa asyura 10 Muharram.

Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي بَكْرٍ قَالَ يَعْنِي يَوْمَ عَاشُورَاءَ
Yang Artinya: “Dari Abdullah bin Abbas RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Kalau sekiranya aku hidup hingga tahun depan, niscaya aku kan puasa pada hari Sembilan (Muharram)’ pada riwayat Abu Bakar ia berkata, yakni ‘pada hari sepuluh (Muharram),’” (H.R Muslim).

Meskipun terdapat perbedaan pendapat tentang perihal Niat puasa asyura (puasa asyura 10 muharram), perbedaan pendapat di antara Ulama tersebut adalah perihal Ta’yin (Penyebutan Nama Ibadahnya), 

Bahwa Sebagian Ulama menyatakan bahwasanya Seseorang Harus mengingat ‘puasa sunnah asyura saat berniat di dalam batinnya’

Namun pada Sebagian Ulama lainnya menyatakan bahwasanya Tidak Wajib “Ta’yin“, Perihal ini sesuai penjelasan dari Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami:

niat puasa asyura 10 muharram
Capture source NU Online

Akan tetapi, apabila Seseorang berniat Puasa lain di waktu-waktu tersebut, maka Seseorang tersebut telah mendapat keutamaan puasa sunnah rawatib. Perihal ini juga serupa dengan Shalat Tahiyyatul Masjid. Sebab tujuan dari adanya perintah puasa rawatib tersebut merupakan pelaksanaan Puasanya tersebut, terlepas dari apapun Niat berpuasanya. Dan disinilah terdapat pembeda antara puasa rawatib dengan shalat rawatib. (Silahkan lihat Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Mihnaj)

Namun, untuk keutamaan Hati yang lebih Mantap saat puasa Asyura 10 Muharram, Ulama menganjurkan jika seseorang ingin melaksanakan puasa asyura 10 muharram untuk Melafalkan Niat puasa asyura 10 Muharram.

Bacaan Lafadz dan Niat Puasa Asyura 10 Muharram:

Niat puasa asyura 10 Muharram
Niat puasa asyura 10 Muharram, source capture Nu Online

 

Perlu diketahui:
Lafadz Niat itu adalah lafadz yang dilafalkan di Mulut dan Niat itu Dilafalkan di dalam hati setelah membaca Lafadz niat.

Lafadz Niat puasa asyura 10 Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.” (dibaca / dilafalkan di mulut)

Niat Puasa asyura 10 muharram

“ Aku/Sahajaku/Sengajaku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.” (Dibaca di dalam hati setelah Lafadz niat)
Jika seseorang lupa berniat di malam hari malam asyura untuk berpuasa pada hari asyura 10 Muharram, Diperbolehkan Berniat puasa asyura 10 Muharram ketika teringat, misalnya di Pagi hari pada Hari asyura 10 Muharram (Selagi belum melakukan Hal-hal yang Membatalkan Puasa, seperti makan minum dan lainnya Sejak masuk waktu Subuh). Sebab Niat Puasa yang wajib dilakukan pada Malam hari sebelum berpuasa adalah hanya untuk Puasa Wajib seperti Pada Puasa Ramadhan. (Menurut Mazhab Imam Syafi’i)

Lafadz dan Niat Puasa Asyura 10 Muharram jika terlambat/lupa berniat di malam hari dan berniat di pagi / siang hari

Lafadz (Dibaca dimulut):
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ
Niat (Dibaca dalam hati)
“Aku/Sengajaku/Sahajaku berniat puasa sunah Asyura hari ini karena Allah SWT.”
Wallahu a’lam

Do’a Berbuka Puasa ada 2 Pilihan yang bisa dilakukan ketika berdo’a berbuka puasa

Berbukalah dengan yang manis, buka puasa 2018
Berbukalah dengan yang manis

Doa berbuka puasa:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

“Allaahummalakasumtu wabika amantu wa’aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarra himiin”

Artinya : “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih”

Do’a Berbuka Puasa:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

‘Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah’


Junipedia adalah Media Informasi Bermanfaat, tidak menggantikan Fakta yang ada dari Para Ulama. Silahkan Kritikan dan saran jika terdapat kesalahan dalam penulisan teori dan fakta yang ada.

Referensi terkait: Junipedia, Nu, Pontianak tribunnews

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *