Yuni Rizani, S.I.Kom 29 Juli 2018
Cara memaafkan orang lain dengan ikhlas

Meskipun Sulit, Cobalah memaafkan dengan ikhlas kesalahan Orang lain agar Kebersamaan lebih Indah

Perlukah Memberi Maaf dan Maafkan Kesalahan Orang Lain?
(Memaafkan, picture by pxhere)

Cara memaafkan dengan ikhlas memang tidak mudah, apalagi orang yang tersebut adalah oranh terdekat. Tetapi Memberi Maaf dan memaafkan kesalahan orang lain memang sesuatu yang sangat penting dilakukan.

Cara memaafkan orang yang menyakiti kita harus dilakukan dengan ikhlas, terlebih lagi jika Orang tersebut pernah Menolong kita. Misalkan saja ketika kita sedang Sakit, Seseorang dengan sukarela memberikan waktunya untuk merawat dan menjaga kita, menyiapkan makan dan membeli sarapan. Namun jika ternyata Sarapan itu misalkan salah dan tidak sesuai dengan yang kita inginkan, Sebaiknya jangan menyalahkan dan langsung menghakimi dengan berkata “kenapa beli seperti ini?” dan kata-kata yang menyakiti lainnya, cukup dengan menahan emosi dan memaafkan kesalahan kecil.

Maklumilah dan berikan maaf yang tulus untuknya, Bisa dengan memakan sarapannya dengan perlahan meskipun tidak suka atau berkata lebih halus dengan misalkan “Bisa beli 1 lagi tapi dengan menu yang berbeda, buat saya sekarang, yang tadi dibeli mungkin buat nanti atau buat kamu jika kamu mau”…

Cara memaafkan dengan ikhlas untuk Hal semacam itu terlihat sepele, namun besar artinya bagi seseorang tersebut, bahwa kita menghargai orang yang telah merawat kita ketika lagi sakit, dengan memberi maaf, maaf-memaafkan adalah tidak ada ruginya bagi kedua belah pihak.

Cara memaafkan orang lain dengan ikhlas
Indahnya kebersamaan jika saling memaafkan, picture by pxhere

Hal ini juga berlaku pada setiap kehidupan sehari-hari, Tidak hanya ketika kita sedang sakit seperti contoh di atas, namun saat berhadapan dengan Orang lain atau keluarga yang berada dengan kita dan berbuat baik kepada kita.

(Baca juga: 4 Dampak marah pada Anak dan Tips Mengelola Emosi dengan Baik)

Dan kita juga harus berbuat baik kepadanya, Namun untuk diketahui, bahwa kita berbuat baik bukan untuk diketahui atau dipamerkan, kita berbuat baik bukan untuk mendapatkan balasan dari orang tersebut, agar kita niatkan beribadah secara ikhlas dan tidak diungkit kembali.

Tanda Keikhlasan Seseorang

Cara memaafkan orang lain dengan ikhlas
Ikhlas memaafkan, picture by pxhere

Sebab salah satu tanda kita ikhlas adalah dengan tidak mengungkit hal baik yang pernah kita lakukan, tidak diingat-ingat, meskipun ada balasan, itu anggap saja sebagai hadiah, agar tidak diungkit lagi yang bisa mengakibatkan kita tidak ikhlas atau bahkan bisa menghapuskan amal kebaikan kita tersebut sebab diungkit dan dikhawatirkan menjadi penyakit Ria.

(Baca juga: Cara Bijaksana Orang Tua meminta maaf pada Anak)

Selalu Ingat Kesalahan yang dibuat

Cara memaafkan orang lain dengan ikhlas
Ingat kesalahan yang dibuat, jangan ungkit kebaikan-kebaikan yang diberikan. Redam emosi dengan kepala dingin, picture by pxhere

Jika melakukan kesalahan, hal itulah yang sebenarnya perlu diingat sebagai evaluasi kita dalam proses memperbaiki kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya kembali bahkan selalu bertaubat jika melakukan kesalahan.

Setiap Orang berbeda karakter dan punya rasa

Cara memaafkan orang lain dengan ikhlas
Setiap orang berbeda, syukuri perbedaan, picture by pxhere

Seseorang yang kita hadapi tentu saja mempunyai hati dan perasaan juga, jadi jika seseorang melakukan kesalahan, coba kita lihat dulu dari “kacamata orang lain” sebelum kita menyalahkan, dan berikan pertanyaan pada diri kita sendiri “Apakah kita juga menerima jika disalahkan ketika melakukan kesalahan yang tidak disengaja?” Sepertinya Tidak, justru kita sangat menyukai seseorang yang memaklumi kesalahan kita dan mengkritik dengan perkataan yang baik dan tidak didepan orang banyak. Sehingga yang bersalah hal tersebut menjadi motivasi untuk memperbaiki dengan kesadaran diri tanpa paksaan, dan tanpa tuntutan

Tidak ada yang dirugikan ketika saling memberi maaf dan memaafkan kesalahan orang lain. Bahkan bisa membuat kita lebih harmonis menjalin kebersamaan dan silaturrahim dengan orang tersebut.


Kata Motivasi Maaf – Memaafkan dalam Islam

“Suatu kali Iblis mendatangi Fir’aun dan berkata, “Apakah kau mengenaliku?”

“Ya,” sahut Fir’aun.

“Kau telah mengalahkanku dalam satu hal.”

“Apa itu?” Tanya Fir’aun penasaran.

“Kelancanganmu mengaku sebagai tuhan. Sungguh, aku lebih tua darimu, juga lebih berpengetahuan dan lebih kuat ketimbang dirimu. Tapi aku tidak berani melakukannya.”

“Kau benar. Tapi aku akan bertobat,” kata Fira’un.

“Jangan buru-buru begitu,” bujuk Iblis la’natullah ‘alaih, “Penduduk Mesir sudah menerimamu sebagai tuhan. Jika kau bertobat, mereka akan meninggalkanmu, merangkul musuh-musuhmu, dan menghancurkan kekuasaanmu, hingga kau tesungkur dalam kehinaan.”

“Kau benar,” jawab Fir’aun, “Tapi, apakah kau tahu siapa penghuni muka bumi ini yang lebih buruk dari kita berdua?”

Kata Iblis, “Ya. Orang yang tidak mau menerima permintaan maaf orang lain.
Ia lebih buruk dariku dan darimu.” 

(Percakapan Iblis dan firaun, dikutip Dari kitab an-Nawâdir, Karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Mishri al-Qulyubi asy-Syafi‘i, hal. 57)



Junipedia adalah Media Informasi, tidak menggantikan teori dan fakta yang ada dari Para Ahli di Bidangnya.
Silahkan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan dalam penulisan teori dan fakta yang ada.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*