Tips Mudah Memilih Mainan bermanfaat untuk Anak

Tips Mudah Memilih Mainan bermanfaat untuk Anak sesuai Umur Buah hati

                                  Tips Mudah Memilih Mainan bermanfaat untuk Anak Sesuai umur buah hati
Memilih Mainan untuk Anak memang gampang-gampang susah, misalnya orang tua membelikan mainan edukasi yang diperkirakan anak akan menyukai, ternyata setelah dibeli, anak tidak atau belum menyukainya, sebab belum sesuai dengan umur anak, dan anak pun belum bisa menggunakannya.
Memilih Mainan untuk Anak yang sangat perlu diperhatikan antara Mainan yang dibutuhkan oleh Anak dengan Usia anak, beli mainan yang dibutuhkan saja bukan yang diinginkan anak secara sesaat ketika melihat dan Memilih Mainan untuk Anak

Tips Mudah Memilih Mainan bermanfaat untuk Anak ini bisa dicoba diterapkan untuk Anak Anda sesuai dengan usianya:

1.  Usia 0-1 Tahun

Pada Usia Anak yang masih bayi ini, tentu saja diperlukan tips memilih mainan bayi sesuai usia, kita bisa memilih mainan yang cukup lembut dan tidak berbahaya untuk Anak adalah hal utama, misalnya mainan mobil-mobilan yang terbuat dari bahan lembut seperti bahan dari boneka, banyak sekarang dijual mainan mobil-mobilan yang terbuat dari bahan seperti boneka, sehingga manfaat mainan untuk bayi yang bisa dijadikan pelukan seperti bantal guling untuk Anak dan bisa jadi referensi untuk Memilih Mainan untuk Anak.

2. Usia 1-2 Tahun

Ketika Usia Anak menginjak umur 1-2 tahun, itu adalah termasuk tahap perkembangan Anak yang paling penting. Anak selalu menangkap apa yang dia lihat di sekitar dan otomatis masuk ke dalam memori otaknya untuk kemudian (biasanya) dia terapkan lagi. Misal ketika sang ibu cium tangan Ayah sewaktu pulang bekerja, anak juga menuruti untuk mencium tangan Ayah meskipun anak belum tahu persis apa tujuannya. Dan pada usia 1-2 tahun, anak sedang semangat belajar berbicara, berbicara secara baik di depan anak adalah salah satu cara mengajarkan kebaikan untuk anak.
Untuk itu, dalam memilih tips mainan edukatif untuk Anak pun sebaiknya yang penuh dengan edukasi misalnya mainan boneka yang bisa bicara, atau gadget edukasi yang terdapat suara-suara atau video permainan edukasi sesuai usia anak tersebut. Sehingga anak merasa ada teman belajar bicara, dan tentu saja bersosialisasi secara langsung seperti mengajak anak bertemu dengan anak kecil lainnya yang seusia anak tersebut adalah salah satu hal yang utama.

3. Usia 2-3 Tahun

Usia Anak tersebut adalah usia anak yang masih dan bertambah kegemarannya untuk belajar berbicara dan peningkatan untuk merekam memori yang terjadi di sekitar dia, termasuk bercanda ria adalah salah satu hal yang anak sukai pada usia tersebut, sehingga kita sebagai Orang tua harus memberikan canda tawa yang positif untuk anak, memberikan mainan untuk anak yang lucu dan tentu tetap harus bisa edukatif. Misalnya dari sekian banyak mainan, salah satunya adalah Boneka atau mainan kereta api yang bisa membuat anak tertawa ria ketika kereta api berputar namun tidak sengaja terjatuh di lintasan kereta api mini tersebut, atau bisa saja mobil remote yang dijalankan di atas sofa dan terjatuh ke bawah yang membuat anak merasa itu hal yang lucu

4. Usia 4-5 Tahun

Pada usia ini, anak tentu saja tumbuh dan berkembang untuk mencari dan mengeksplorasi suatu hal. Untuk itu, ketika anak berusia 4-5 tahun tersebut, sebaiknya memberikan mainan edukasi yang bisa membuat Anak sambil belajar ringan, seperti hal nya mainan edukasi peralatan dokter yang bisa mengajarkan pada anak cara menangani orang sakit (yang sakit dalam hal ini ceritanya adalah boneka). Atau bisa juga video pelajaran anak yang mengajarkan anak dengan kisah-kisah inspiratif atau kisah religi.

5. Usia di atas 5 tahun – 7 tahun

Pada Usia ini anak tentu saja sudah mulai sangat terlihat perkembangan dan kesukaannya, anak menjadi penyelidik dan pemerhati terbaik untuk lingkungan sekitar yang dia lihat. Di sini peran lingkungan sangat penting, termasuk Orang tua, Guru di Sekolah (Paud-TK-SD) dan juga lingkungan pertemanannya dengan teman sebaya. Apa yang anak lihat dan perhatikan dari lingkungan tersebut, itulah yang kadang dia coba terapkan pada dirinya, tanpa tahu apakah itu benar baik atau tidak.
Pada usia ini, anak biasanya memberlakukan imajinasinya untuk mencapai kesukaan dan rasa senangnya jika dia telah sukses menerapkan imajinasinya, Misalnya memilih mainan rumah-rumahan atau sekolah-sekolahan (untuk anak perempuan) dan mainan Lego (untuk anak laki-laki/bisa juga perempuan). Ketika bermain permainan tersebut, anak tentu saja menjadi seseorang yang berperan dalam mainannya sesuai imajinasinya
Pada anak perempuan misalnya, bermain Sekolah-sekolahan, yang satu menjadi Guru dan yang satu menjadi murid, anak berimajinasi menjadi guru, dan menerapkan apa yang biasanya Gurunya sering lakukan di kelas. Hal positif dari sini adalah anak berimajinasi untuk membagi peran mereka masing-masing dan bagaimanan menerapkan sikap mereka sesuai imajinasi dan sesuai peran.
Pada anak laki-laki, misalnya ketika bermain lego, berlomba membangun sebuah lego berbentuk rumah atau berbentuk robot, salah satu yang pertama, mereka merasa senang dengan hasil yang dicapai, dan tentu saja nilai positifnya, anak akan bisa belajar mengatur sistem kerjanya agar bagaimana menjadikan legi tersebut menjadi robot.

(Tips agar anak Aman Bermain Internet)

Dari beberapa hal di atas, sebenarnya masih banyak permainan edukasi anak sesuai umur, tapi yang terpenting adalah berikan mainan sesuai kebutuhannya, bukan sesuai keinginannya yang biasanya hanya sesaat. Dan tentu saja ketika memilih mainan anak, harus yang aman dan benar-benar SNI, dan tetap dalam pantauan Orang Tua ketika bermain.
(Silahkan kritikan dan saran jika terdapat kesalahan dalam penulisan teori dan fakta yang ada, media ini adalah sarana informasi, tidak menggantikan teori dan fakta dari para ahli di bidangnya)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *